Petir merupakan gejala alam yang biasanya terjadi pada musim hujan. Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang sangat menyilaukan. Beberapa saat kemudian, setelah itu disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Pembagian petir berdasarkan titik awalnya
Dilihat dari titik awalnya, petir dibagi atas petir yang berasal dari awan dan petir yang berasal dari permukaan bumi. Sebagian besar petir terjadi dimulai di awan yang menjalar ke bumi.
1. Petir yang berasal dari awan
Petir yang dimulai dari awan ke bumi peristiwanya dimulai di awan. Dimulai dengan perpindahan muatan antara kantong-kantong kecil muatan petir diawan yang menjulur ke bumi dalam gerakan zigzag. Gerakan zigzag yang berupa step disebut pelopor petir atau juga stepped leader.
Ketika ujung dari stepped leader berjarak sekitar puluhan meter dari permukaan bumi, maka semua dari permukaan bumi akan menyambut keatas. Salah satu penyambut dari bumi akan bertemu dengan stepped leader. Maka terbentuklah kanal konduktif yang menghubungkan pusat petir diawan dengan bumi.
Kanal konduktif mengalirkan energi dari awan dengan 1/3 kecepatan cahaya. Ukuran dari kanal konduktif berkisar sekitar antara orde centi hingga puluh centi meter. Kanal konduktif tersebut menghasilkan suhu/energi panas yang luar biasa besar bahkan lebih tinggi dari panas permukaan matahari yaitu sekitar hingga 6000 derajat celcius.
Pemanasan yang luar biasa besarnya ini menyebabkan terjadinya pengembangan udara. Saat udara yang mengalami pengembangan kembali membalik proses tersebut menghasilkan suara yang disebut dengan guntur.
2. Petir yang berasal dari bumi
Petir yang dimulai dari permukaan bumi umumnya diawali dari permukaan bumi yang menonjol. Misalnya dari puncak gunung ataupun menara/tower yang tingginya diatas 100 meter.
Pembagian petir berdasarkan muatannya
Dilihat dari muatannya, petir dibagi menjadi dua yaitu petir bermuatan negatif dan petir bermuatan positif
1. Petir negatif
Petir negatif adalah petir yang menetralisir muatan negatif di awan.
2. Petir positif
Petir positif adalah petir yang menetralisir muatan positif di awan.
Beberapa hal yang dapat ditimbulkan oleh petir
Petir bersifat listrik sehingga sambaranya berbahaya dan dapat menyebabkan tersengat listrik. Sambaran petir tersebut dapat mempengaruhi denyut jantung dan juga luka bakar pada organ tubuh. Selain itu juga pada beberapa kasus, sengatan petir menyebabkan kematian.
Sambaran petir juga dapat menyebabkan kerusakan mekanis pada bangunan dan pohon. Sambarannya dapat memicu percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.
Dinegara sub tropis hujan terjadi pada musim panas yang kering. Seperti di Negara Australia pada musim hujan, kebakaran hutan sering terjadi yang diakibatkan oleh sambaran petir
Petir letusan gunung berapi
Petir yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi tidak ada hubungannya dengan awan. Melainkan disebabkan oleh pelepasan/pemisahan partikel pada debu gunung berapi

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>